image1 image2 image3 image4 image5

Fieldtrip Media untuk Program PERTAMA Pesisir II

Salah satu momen dimana sibat memperkenalkan produk olahan rumah tangga kepada jurnalis

PMI Aceh melaksanakan kegiatan Fieldtrip Media pada 23 September 2017 terhadap hasil case study tentang Program PERTAMA (Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat) Pesisir Tahap II Wilayah Kabupaten Aceh Jaya yang telah dipublikasikan PMI Aceh. Dalam case study tersebut banyak perkembangan yang perlu untuk dipublikasikan sebagai program percontohan bagi pengembangan kawasan pesisir. Program PERTAMA ini merupakan konsep terpadu yang berbasis masyarakat terhadap resiko bencana yang diakibatkan kerentanan yang dapat terjadi di wilayah pesisir Aceh Jaya.

Melalui fieldtrip ini diharapkan teman-teman media dapat merasakan pengalaman program dengan melihat langsung ke wilayah program agar lokasi serta potensi terlihat dengan baik sehingga potensi-potensi lain dapat tergambar melalui persepsi jurnalis. Mereka juga dapat melihat nilai mamfaat yang telah dirasakan masyarakat maupun yang akan didapat paska kuatnya komunitas pesisir Aceh Jaya.

Dalam fieldtrip ini, wartawan melihat langsung proses perawatan mangrove dan cemara yang telah ditanam pada awal Februari 2017 lalu. Perawatan mangrove dan cemara ini dilakukan oleh tim SIBAT (siaga bencana berbasis masyarakat) masing-masing wilayah program yaitu Krueng Tunong, Ceunamprong, Krueng No, Meunasah Kulam dan Lhok Geulumpang agar proses pertumbuhan menjadi baik. Dalam sebulan minimal mereka melakukan empat kali perawatan guna memastikan pertumbuhan mangrove baik. SIBAT juga melakukan penyisipan terhadap tanaman yang tidak tumbuh baik. Untuk memperoleh nilai baik, program mentargetkan 80% dari total penanaman sejumlah 225.000 mangrove dan 6000 cemara yang ditanam tumbuh dengan baik.

Dalam fieldtrip media ini juga, SIBAT Desa Meunasah Kulam telah memperkenalkan produk makanan dan minuman olahan rumah tangga dari tanaman mangrove jenis Pidada Putih (Sonneratia Alba) sebagai promosi sehingga dapat mulai dikenal publik. Jika produk ini sudah mulai diterima di tengah masyarakat, maka dapat menjadi matapencarian alternatif baru bagi anggota SIBAT dan masyarakat yan mengembangkannya, sehingga tujuan dari program PERTAMA untuk dapat mengembangkan kawasan pesisir dengan mengambil mamfaat dari hasil hutan mangrove dapat terwujud tanpa harus merusak daerah konservasinya.

 

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious