image1 image2 image3 image4 image5

Masuk Fase Pemulihan, PMI Bangun Sumur Bor Dalam

seremoni launching opslih pijay(Meuredu) Palang Merah Indonesia (PMI) memulai kegiatan pemulihan dini untuk membantu masyarakat Aceh yang tertimpa bencana gempa bumi Pidie Jaya Aceh. Kegiatan ini dilakukan pasca respon tanggap darurat Bencana yang telah berakhir Desember 2016 lalu. Operasi pemulihan dini PMI difokuskan pada dua kegiatan, yaitu pemulihan mata pencaharian dan tempat tinggal masyarakat melalui cash transfer program (CTP) serta kesehatan warga.

Dalam kegiatan CTP, PMI akan menyalurkan bantuan dana untuk membantu memulihkan mata pencaharian (livelihood) kepada 507 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak gempa. Bantuan ini akan dilakukan di sembilan desa di Kecamatan Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Dana yang diberikan akan dipergunakan untuk penyediaan kebutuhan dasar dan peralatan untuk menunjang mata pencaharian masyarakat. 

Sementara CTP untuk tempat tinggal (shelter) akan diperuntukkan bagi 526 KK di empat kecamatan di tiga kabupaten, yaitu Pidie Jaya, Bireun, dan Pidie. Bantuan dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan peralatan pertukangan untuk memperbaiki rumah warga.

Di bidang kesehatan, pemulihan dini difokuskan untuk pemberian bantuan berupa distribusi air bersih, perbaikan sumber mata air, pembersihan dan pembangunan sumur bor dalam, layanan kesehatan keliling (mobile clinic), layanan perawatan keluarga (PK), bantuan psikososial untuk menghilangkan trauma akibat gempa, dan pemberian sarana penyaringan air bersih.   

Di bidang sukarelawan PMI akan menurunkan sukarelawannya ke 62 desa di tiga kabupaten terdampak 1 desa di Kabupaten Pidie, 4 desa di Kabupaten Bireuen dan sisanya di tempat dampak terparah yaitu Kabupaten Pidie Jaya. Sejumlah 150 sukarelawan akan terlibat dalam operasi pemulihan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih serta kepercayaannya kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Aceh melalui PMI. Setelah respon tanggap darurat, bantuan ini akan kami teruskan melalui berbagai kegiatan di masa pemulihan dini. Kami percaya bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh untuk dapat kembali bangkit,” kata Sekjen PMI Pusat dr. Ritola Tasmaya MPH.

Operasi pemulihan dini PMI dilakukan setelah usai melakukan operasi tanggap darurat Bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Selama tanggap darurat bencana gempa Pidie Jaya, PMI telah memberikan bantuan ke masyarakat terdampak gempa di 89 desa berupa 1.171.950 liter air bersih, 2.827 pasien mendapatkan pelayanan mobile clinic, 17 operasi ortopedik, 2.575 warga mendapatkan bantuan psikologi, menyalurkan bantuan 35 kursi roda, 100 kruk, 50 tongkat, 30 walker, serta 120 arm sling untuk kalangan disabilitas, 1.000 hygiene kit, 2.400 family kit, 500 baby kit, 3.700 terpal, 1.000 selimut, 100 tenda keluarga, dan 9.000 matras.

“Banyak hal hari ini yang mungkin belum banyak PMI jangkau, tapi ini adalah bagian dari upaya PMI. Pemerintah dan pihak lain mungkin telah memberi dukungan yang lebih besar dari yang telah PMI lakukan. Palang Merah harus berada paling depan, paling cepat, tapi sekali lagi PMI tidak mungkin menjangkau semuanya, PMI akan membantu pemerintah dalam upaya menjangkau dimana tempat-tempat yang terbatas, tempat-tempat yang tidak terjangau, remot-remot area untuk bisa kita jangkau” Ungkap Bapak T Ardiansyah Pengendali Operasi Pemulihan Gempa Pidie Jaya.


Dalam seremoni ini PMI mengucapkan terima kasih kepada donor dan mitra PMI yang telah membantu masyarakat Aceh. PMI memberikan penghargaan kepada para donor atas bantuan. Dalam acara ini disimboliskan kepada PT. Toyota Indonesia dan PT. Huawei

penyerahan penghargaan OTDB PIJAY

Operasi pemulihan dini PMI berjalan sampai 31 Juni 2017.

Selanjutnya....

Usai seremonial peluncuran program operasi pemulihan gampa pidie jaya robongan PMI Pusat, PMI Prov. Aceh, PMI Kab. Pidie Jaya, Mitra dan Donor PMI serta tamu udangan lainnya menuju beberapa desa coverage PMI.

Didesa Jeulanga Mata Ie kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya rombongan PMI meletakkan batu pertama untuk renovasi sumber mata air warga yang pada saat TDB menjadi tempat pengambilan air yang didistribusikan PMI. Untuk itu PMI merenovasi menjadi lebih baik.

Usai dari desa Jeulanga mata ie rombongan menuju ke mesjid Ulee Gle, disana PMI melakukan layanan kesehatan, dan penyerahan alat bantu gerak. Salah satu penerima mamfaat dari bantuan PMI adalah ibu Vivi Andriani. Beliau salah satu korban yang mengalami cedera pinggang akibat gempa sehingga sulit berjalan. Pada saat terjadi gempa  usia kehamilan  berjalan 7 bulan, beliau dan anaknya tidak sempat keluar rumah saat gempa merusak bangunan rumahnya. Reruntuhan mengakibatkan cedera di kepala putri beliau. Terdapat retakan di kepala, sehingga membutuhkan penanganan medis. Setelah di bawa kerumah sakit, dokter mengatakan retakan tulang tengkoraknya masih sejajar tidak harus dilakukan operasi” demikian ungkap adik ibu Vivi yang mewakili saat serah terima alat bantu gerak di mesjid Ulee Gle.

Desa coverage PMI selanjutnya berada di desa Paru Keude Kecamatan Bandar Baru, rombongan bergerak ke desa Paru Keude untuk peletakan titik pengeboran sumur dalam di mesjid Paru Keude. PMI membangun sumur bor dalam untuk memperoleh kualitas air yang baik. Juga memberikan layanan kesehatan dan psikososial dan pembagian kain sarung kepada anak yatim.

Pukul 16.30 rombongan kembali ke Banda Aceh.

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious