image1 image2 image3 image4 image5

Pelatihan Pelayanan TDB Inklusi Disabilitas

pelatihan pelayanan TDB Inklusi DisabilitasDalam rangka memastikan partisipasi dan pelayanan yang terbaik kepada kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas, divisi penanggulangan bencana PMI Provinsi Aceh melaksanakan pelatihan pelayanan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Inklusi mulai tanggal 17 sampai 18 Agustus 2016 di Gedung Rumoh PMI. Sejumlah 29 Orang sukarelawan PMI ikut dalam pelatihan TDB Inklusi untuk Disabilitas yang didukung oleh Palang Merah Kanada.

Pelatihan ini sebagai penguatan kapasitas PMI Provinsi Aceh, KSR Kabupaten/Kota dan KSR Unit Perguruan Tinggi dalam pembelajaran pelayanan TDB untuk disabilitas. Kesiapan sukarelawan PMI dalam memberi pelayanan serta memahami konsep pelayanan TDB untuk disabilitas dalam kontek manajemen bencana terus dilatih.

Sebagai bagian dari konsep TDB Inklusi, PMI melibatkan Ibu Pikat dan Ibu Erlinawati sebagai fasilitator istimewa. Mereka adalah aktivis pegiat sosial yang juga merupakan penyandang pengguna kursi roda. Fasilitator istimewa ini memberikan nilai pelayanan TDB PMI menjadi inklusi karena penyandang yang merupakan kelompok rentan juga menjadi aktif dalam memberi informasi penting tentang kebutuhan para penyandang sebagai penerima mamfaat pelayanan PMI.

Neumayer dan Plumper tahun 2007 mempelajari bencana di 141 negara dan menemukan bahwa akses terhadap fasilitas dan sumber daya mempengaruhi tingkat kematian dalam bencana. Kesenjangan yang disebabkan oleh akses yang berbeda dalam kondisi ‘normal’ terus berlanjut dalam kondisi Bencana. Untuk itu, salah satu sumber daya PMI yaitu sukarelawan dibekali pengetahuan TDB Inklusi disabilitas. Pengetahuan tentang disabilias dan isusosial lainnya menjadi penting karena PMI sebagai organisasi yang kerap terlibat dalam TDB dan mitigasi bencana.

Dalam simulasi, peserta menjadi para penyandang netra dan daksa. Indra penglihatan dan kaki peserta pelatihan dibatasi akses dengan ditutup mata atau diikat salah satu kakinya. Kemudian mereka mengakses fasilitas umum seperti toilet, jalan, tangga di sekitar lokasi pelatihan dengan didampingi pendamping (sukarelawan PMI) yang memberi pelayanan kepada penyandang sehingga dapat mengetahui keterbatasan dan kebutuhan penyandang dalam mengakses fasilitas tersebut. Keterbatasan akses para simulasi penyandang menjadi bahan pemahaman dalam analisa kebutuhan aksesibilitas fisik penyandang disabilitas.

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious