image1 image2 image3 image4 image5

PMI BANDA ACEH MENGELAR SEMINAR “SOSIALISASI DONOR APHERESIS & LEUCODEPLETED”

Sosialisasi Donor Apheresis dan LeucodepletedPalang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh mengelar sosialisasi donor Apheresis dan Leucodepleted di Grand Nanggroe Hotel, Lhueng Bata, Banda Aceh, Senin (22/02). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan manfaat dan keunggulan penggunaan donor darah Apheresis dan Leucodepleted serta aplikasinya dalam klinis.

Ketua PMI Kota Banda Aceh Qamaruzzaman Hagny dalam sambutannya menuturkan “Alat apheresis sudah ada di PMI Kota Banda Aceh, semasa Walikota Banda Aceh Alm Mawardi Nurdin yang mencetus ada alat apheresis di PMI.” Tambahnya lagi “Semoga dengan adanya seminar PMI Banda Aceh bisa meningkatkan pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan darah, tunjukan kepedulian petugas PMI kepada masyarakat.” tegasnnya

Walikota Banda Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dr. Media Yulizar, M.Ph dalam arahan dan pembukaan kegiatan menyampaikan “menghargai upaya PMI Kota Banda Aceh terhadap donor apheresis kedepan harus ada donor Apheresis, Informasi ini tidak hanya Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit yang tahu tapi juga masyarakat harus tahu dan rencana tindak lanjudnya, Rumah Sakit bisa memanfaatkan donor Apheresis.” Tambahnya “Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan terhadap pembayaran donor Apheresis.” Tegasnya.

PMI Kota Banda Aceh turut mengundang 17 Rumah Sakit dan 4 Klinik se-Banda Aceh pada  sosialisasi donor apheresis dan leucodepleted, kegiatan ini dihadiri 3 (tiga) pemateri diantarannya Dr. dr. Djumhana Atmakusuma, Sp. PD (KHOM), Dr. dr. Puspia Amalia Wahidiyat, Sp. A (K), serta dr. Teuku ilhami Surya Akbar, M.Biomed yang menjadi moderator adalah dr. Said Alfin.

Materi pertama di sampaikan oleh Dr. dr. Djumhana Atmakusuma, Sp. PD (KHOM) yang menyampaikan materi tentang blood Apheresis and Therapetic, beliau menuturkan penggunaan darah Apheresis yang miskin leukosit sangat cocok di gunakan pada pasien saraf dan bayi baru lahir.

Pada materi kedua disampaikan oleh Dr. dr. Puspia Amalia Wahidiyat, Sp. A (K) menjelaskan tentang pemakaian klinis produk darah leucodepleted pada kasus transfusi berualang (Thalasemia). Beliau juga menjelaskan Transfusi yang aman adalah idealnya dengan pre storage leucodepleted tambah skrining NAT serta waktu pemberiannya sudah diberikan dalam 30 menit pertama setelah keluar dari bank darah dan selesai dalam waktu maksimal 4 jam. Setiap darah yang tidak diberikan dalam waktu 4 jam kemungkinan besar sudah terkontaminasi jelasnya.

Serta pemateri terakhir yaitu dr. Teuku ilhami Surya Akbar, M.Biomed yang menjelaskan tentang proses donor apheresis dan produk transfusi yang aman. Apheresis adalah penerapan teknologi medis berupa proses pengambilan salah satu komponen darah dari pendonor melalui suatu alat atau mesin apheresis. Pada prosedur donor apheresis, komponen darah yang diambil hanyalah komponen yang diperlukan, misalnya platelet atau trombosit (thrombocyte). Adapun komponen darah lainnya dikembalikan lagi kedalam tubuh donor saat itu juga.

Selain itu singkatnya waktu simpan komponen trombosit biasa yang maksimal hanya 5 hari membuat sulitnya mendapatkan produk komponen trombosit yang langsung siap pakai dan aman saat dibutuhkan. Realitanya adalah 1 (satu) pendonor hanya bisa menghasilkan 1 (satu) kantong komponen trombosit biasa. Namun dengan apheresis tidak demikian. 1 (satu) pendonor apheresis bisa menghasilkan jumlah trombosit setara dengan 8 (delapan) kantong trombosit biasa jelasnya.

Tambahnya lagi selama ini donor apheresis terkendala pada biaya karena belum ada kerjasama PMI Kota Banda Aceh dengan BPJS terkait pembayaran satu kantong donor apheresis mencapai          Rp 3.600.000/kantong.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Maskur, ST  Staff kehumasan PMI Kota Banda Aceh, Tlp. 0852 6015 0020, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. twitter : @pmibandaaceh

 

 

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious