image1 image2 image3 image4 image5

PMI Menggelar Simulasi Bencana Serentak Di 5 Desa

Simulasi Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Program PERTAMA Pesisir II

Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar simulasi bencana serentak di 5 Desa, Lhok Geulumpang, Meunasah Kulam, Krueng No, Ceunamprong dan Krueng Tunong. Simulasi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) Pesisir tahap II yang dijalankan PMI dengan dukungan Palang Merah Amerika. Penguatan masyarakat terhadap kerentanan yang terjadi pada masyarakat pesisir menjadi program PMI dalam pengurangan resiko terhadap bahaya bencana yang dapat terjadi di daerah Pesisir. Sejak 2016 PMI telah menjalankan program PERTAMA Pesisir Tahap II di 5 desa, Desa Lhok Geulumpang, Meunasah Kulam, Krueng No, Ceunamprong, dan Krueng Tunong.

Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat masyarakat menuju titik aman ketika bencana terjadi. Satu sampai lima belas menit usai peringatan gempa berpotensi tsunami terjadi merupakan waktu penting untuk melakukan tindakan penyelamatan diri (Golden Time). Dalam rentan waktu tersebut masyarakat harus sudah sampai pada titik aman. Penentuan titik aman telah dilakukan berdasarkan pengalaman tsunami 2004 dan penilaian situasi dan kondisi terbaik untuk menghindari tsunami. Masing-masing desa telah merencanakan titik aman yang telah disusun bersama-sama Sibat PMI, tokoh masyarakat, dan Cerdik Pandai daerahnya masing-masing.

Skenario bencana gempa berpotensi tsunami diawali dengan terjadinya gempa. Oleh otoritas pemerintah memberitahukan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami. Oleh PMI masyarakat diminta untuk mengambil langkah penyelamatan diri. Segera untuk menuju titik aman yang telah ditentukan di desa mereka masing-masing.

“Kecakapan dalam mengambil keputusan untuk peyelamatan diri perlu untuk dibiasakan. Sehingga terpola apa dan bagaimana yang harus kita lakukan ketika hal serupa terjadi kembali di Aceh seperti 2004 lalu. Belajar dari pegalaman tsunami itu kita perlu untuk terus mengulang-ulang bagaimana kita menyelamatkan diri dari bahaya tsunami, agar generasi ini cakap terhadap bahaya tsunami” Demikian ungkap Ketua PMI Aceh Ir. T Alaidinsyah.

Masing-masing desa telah menentukan lokasi titik aman terhadap bahaya gelombang tsunami. Penentuan titik aman ini dilakukan bersama oleh masyarakat dengan difasilitasi PMI. Banyak desa dalam melakukan penilaian penentuan titik aman ini berdasarkan pengalaman masyarakat yang selamat saat tsunami 2004 lalu. Sehingga lokasi tersebut dijadikan titik aman dari kemungkinan tsunami terjadi kembali.

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious