image1 image2 image3 image4 image5

Palang Merah Remaja

Wadah Pembinaan & Pengembangan generasi muda usia 10 s.d 17 Thn, yang dengan sukarela bergabung menjadi Anggota Remaja Palang Merah Indonesia.

 

KEBIJAKAN PEMBINAAN ?

Kebijakan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) tentang remaja dan kebijakan PMItentang PMR :

  • Remaja prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan
  • PMR berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan
  • PMR adalah SDM yang terlibat dalam usaha  peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan
  • PMR calon pemimpin Palang Merah masa depan
  • PMR adalah kader relawan
  • PMR terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan,  dan proses pengambilan keputusan

 

SEJARAH AWAL


  • 1914 – 1918 Perang Dunia 1 di Australia – Kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah agar turut membantu sesuai kemampuanya.
  • 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

 

SEJARAH DI INDONESIA

  • Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman.
  • Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.

 

KEANGGOTAAN PMR

Keanggotaan PMR bersifat terbuka bagi remaja, pria dan wanita bahkan yang mempunyai keterbatasan fisik.

Keanggotaan PMR terbagi menjadi tiga tingkatan sesuai dengan usia :

  • Anggota Remaja PMI berusia 10 – 12 tahun atau setingat SD/MI/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Mula.

 

  • Anggota Remaja PMI berusia 12 – 15 tahun atau setingat SMP/MTS/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Madya.

 

  • Anggota Remaja PMI berusia 15 – 17 tahun atau setingat SMU/SMK/MA/ sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Wira.

 

 

PERAN ANGGOTA PMR

Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan PMI dibidang :

  • Kesehatan dan Siaga Bencana
  • Mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuaan, Kesemestaan)
  • Mengembangkan Kapasitas Organisasi PMI

 

TUJUAN PEMBINAAN ANGGOTA PMR

  • Penguatan kualitas remaja, character building
  • Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya (peer leadership)
  • Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat (peer support)
  • Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya (peer educator)
  • Anggota PMR adalah calon relawan masa depan

Siklus Pembinaan Palang Merah Remaja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRUKTUR  PMR

Kelompok PMR di sekolah/luar sekolah mempunyai 1 orang Pembina PMR (guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah), yang kemudian secara fungsional menjadi anggota TSR (Tenaga Sukarela) PMI yang bertugas melakukan pembinaan dan pengembangan PMR di kelompoknya.

Secara struktur, kelompok PMR berada dibawah pembinaan dan pengembangan PMI Cabang (setingkat kota/kabupaten). Hal ini sesuai dengan pembinaan bidang Organisasi bahwa PMI Cabang berfungsi sebagai pelaksana program dan pembinaan anggota PMI.

 

 

METODE PELATIHAN PMR

Materi pelatihan PMR, yang disesuaikan dengan tujuan pembinaan PMR. Kurikulum pelatihan PMR mengarahkan peran PMR sebagai “peer leadership”, “peer support”, dan “peer educator”, dengan menekankan pada perilaku hidup sehat dan pengurangan resiko bencana sesuai 7 Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Agar proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan riil yang dihayati dengan penuh kegembiraan, membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imajinasi tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi seorang anggota PMR, PMI menerapkan metode pembelajaran berdasarkan pengalaman, praktik yang dikombinasikan dengan permainan, diskusi, dan seni. Konsep “spider web” (jaring laba-laba) juga diterapkan sehingga setiap topik saling terkait, terintegrasi.

Hal ini memudahkan anggota PMR dalam mengaplikasikan materi yang telah mereka  pelajari dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam merancang kegiatan Tri Bakti PMR.

 

TRI BAKTI PMR

( Ruang lingkup kegiatan PMR )  
( Kualitas Karakter )
  • Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
  • Bersih, Sehat
  • Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
  • Kepemimpinan, Peduli, Kreatif, Kerjasama
  • Mempererat Persahabatan Nasional & 
  • Bersahabat, Ceria, International

 

 

Melibatkan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata setelah mengikuti pelatihan, pengakuan terhadap keberadaan dan kompetensi, meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai minat bergabungnya remaja dengan PMI. Cakupan kegiatan kepalangmerahan untuk PMR disebut Tri Bakti PMR. Kegiatan yang telah dilaksanakan a.l.: pelatihan dan orientasi, Sekolah Siaga Bencana, Pendidikan Remaja Sebaya Kesehatan Reproduksi dan HIV/Aids, pembuatan taman mini remaja bersama dengan masyarakat, kampanye kepalangmerahan dan pengurangan resiko (flu burung, siaga bencana, perubahan iklim, HIV/Aids), school road show, road safety (keselamatan aman berkendaraan), penanaman bakau, program pertukaran dengan Palang Merah Austria, Belanda, Jepang, Denmark, Thailand, kunjungan belajar PMR antar PMI Cabang, pertukaran album persahabatan dll.

 

 

PENGEMBANGAN KAPASITAS ANGGOTA PMR

  • Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis)

Untuk meningkatkan peran PMR dalam kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan, setiap pemimpin kelompok PMR akan bertemu minimal sebulan sekali untuk mengidentifikasi permasalahan, merencanakan solusi, dan mengevaluasi. Proses pertemuan ini disebut Forpis yang ada ditingkat cabang (kota/kabupaten), daerah (propinsi), dan pusat (nasional).

  • Youth centre

Sebagai proses pembinaan berkelanjutan dari jenjang PMR ke relawan, setiap PMI cabang akan mempunyai Youth Centre. Dibantu oleh Forpis, setiap kelompok PMR akan membuat perencanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan.

Pedoman Manajemen PMR dalam bentuk PDF dapat anda download di bawah ini, kami mohon partisipasinya untuk memberikan saran yang membangun pada menu saran. Terima Kasih

Pedoman Managemen PMR

Joomla SEO by AceSEF