image1 image2 image3 image4 image5

Respon Tanggap Darurat Selesai, PMI Siapkan Fase Berikutnya

Evakuasi Gempa Pidie Jaya 07122016.JPGGEMPA PIDIE JAYA ACEH

(Meureudu). Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Pidie Jaya Aceh dinyatakan berakhir oleh pemerintah, fase berikut adalah transisi darurat yang ditetapkan akan berlangsung untuk jangka waktu 90 Hari. Palang Merah Indonesia telah melakukan respon Tanggap Darurat Bencana sejak hari pertama terjadinya Gempa.

Di awal respon, PMI Kabupaten Pidie Jaya langsung menerjunkan relawannya untuk ikut melakukan evakuasi di beberapa titik di mana korban tertimbun reruntuhan akibat gempa tersebut, tercatat 18 korban meninggal berhasil dievakuasi tim KSR PMI Pidie Jaya di dua tempat, dua korban selamat juga berhasil dievakuasi meskipun salah satu akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Di hari pertama, tim bantuan PMI dari Provinsi Aceh juga langsung diterjunkan untuk melakukan response cepat, sementara tim medis dari aceh utara juga diterjunkan ke lokasi gempa untuk melakukan respon bantuan medis korban. Mobilisasi relawan juga dilakukan PMI dari daerah lain baik untuk relawan medis maupun relawan bidang lain seperti logistik, dan assesment.

PMI di hari hari pertama Tanggap Darurat melakukan asistensi tindakan bantuan korban di rumah sakit Sigli dan Beureunun dengan menerjunkan dokter spesialis, tercatat 20 Operasi dilakukan Tim dokter PMI Pusat, selain itu juga dilakukan pemasangan gips terhadap 2 pasien di RS Beureneun dan konsul dokter di RS Sigli, RS Beureneun dan RS Pidie Jaya.

Kegiatan lain di Bidang kesehatan juga dilakukan dengan menerjunkan layanan mobile klinik untuk menjangkau pasien pasien di beberapa daerah remote yang sulit dijangkau bantuan medis. Secara total, Mobile Clinik PMI melaksanakan layanan Kesehatan selama 10  hari di 6 kecamatan dan 19 desa kepada 1956 pasien. Dari total tersebut 744 laki-laki, 1221 perempuan. Berdasarkan kelompok umur Balita adalah 190, anak-anak dan remaja 297, dewasa 1057 dan lansia adalah 414 orang.

Menjelang habisnya masa Tanggap Darurat juga direspon Palang Merah Indonesia dengan mendirikan klinik lapangan di desa Meuraksa kecamata Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, hingga hari ini, klinik lapangan ini telah melayani 91 pasien sehingga secara total, sebanyak 2056 pasien telah menerima pelayanan medis PMI.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Palang Merah Indonesia menerjunkan 10 Truk Tanki air kepada warga terdampak. Sebanyak 359.950 liter air bersih telah disalurkan kepada warga 32 desa di 6 kecamatan selama masa Tanggap Darurat Bencana.

Tim Psikosocial Support Program juga diturunkan Palang Merah Indonesia dalam respon Tanggap Darurat di Pidie Jaya.  Pmi Telah melaksanakan layanan Kesehatan selama 9  hari di 6 kecamatan dan 19 desa kepada 2039 pasien. Dari total tersebut 789 laki-laki, 1250 perempuan. Berdasarkan kelompok umur Balita adalah 197, anak-anak dan remaja 309, dewasa 1105 dan lansia adalah 421.

Sedangkan dalam distribusi bantuan logistik, Palang Merah Indonesia sejak hari pertama langsung mendistribusikan bantuan logistik berupa family kit, Hygene kit, Terpaulin dan sembako kepada para pengungsi. PMI juga melakukan pendistribusian bantuan dari berbagai pihak selama masa tanggap Darurat dengan menambahkan item distribusi berupa selimut, sarung dan pakaian. Sumbangan yang disalurkan dari PMI sendiri memang sebagian berasal dari pihak lain di sektor pemerintah, PMI cabang lain, warga masyarakat dan sektor privat. PMI juga mendapat bantuan pengangkutan kargo bantuan secara gratis hingga mencapai lebih dari 50 ton dari maskapai penerbangan.

Sementara Dana masyarakat yang terhimpun oleh PMI dari masyarakat sendiri mencapai lebih dari 6 milyar rupiah.

MELANJUTKAN AKSI

Dalam Fase Pemulihan Dini, PMI juga telah menyiapkan program lanjutan dalam membantu para warga yang terdampak gempa. Layanan mobil klinik tetap diteruskan demikian juga dengan layanan klinik lapangan. Klinik lapangan ini baru akan di hentikan pelayanannya pada tanggal 23 Desember 2016 sementara mobile klinik akan terus dilaksanakan setidaknya hingga satu minggu ke depan. “ Hari ini saja, Mobile klinik kita telah melayani 153 warga terdampak di Desa Meunasah Lancoek kecamatan Meurah Dua, dari situ dapat kita lihat bahwa kebutuhan masyarakat terdampak akan mobile klinik masih besar,” Ungkap Wisnu Wardhana, Media Handling Officer Respon Tanggap Bencana Palang Merah Indonesia. “Sedang nantinya apabila pelayanan Field Klinik kita hentikan, maka kami berencana melakukan penguatan pada fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang telah ada dan beroperasi di wilayah ini.” Lanjutnya.

PMI pada fase pemulihan dini akan aktif di beberapa cluster, diantaranya di cluster kesehatan, WASH (Water Sanitary and Hygene), Shelter serta Livelyhood “Di Cluster kesehatan, kami akan tetap melakukan medis keliling, Psikososial Support, Promosi kesehatan, Hygene Promotion dan Rehabilitasi Medis” papar Wisnu, “Sedang pada kegiatan WASH, kami tengah mengkaji pelaksanaan Cash Transfer Program untuk air minum sembari tetap melakukan distribusi air bersih dan perbaikan sumber-sumber air bersih. Program ini harus menjadi satu kesatuan program pada cluster Shelter dan livelyhood dengan mengkaji pemberian CTP untuk pembelian Toolkitdan material tambahan untuk beberapa rumah warga yang rusak” ucapnya lebih lanjut.


Program CTP lain yang tengah dikaji PMI adalah pemberian Cash Transfer program untuk livelyhood. “Misalnya dengan memberikan dana untuk perbaikan jala, atau mesin jahit yang rusak. Ini semua sesuai dengan kebutuhan warga yang kita dampingi”.


Palang Merah Indonesia sendiri juga merencanakan penguatan kapasitas bagi relawan, staff dan pengurus di wilayah terdampak. “Kejadian Gempa ini menjadi pelajaran berharga bagi awak PMI di Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Tentunya akan lebih siap lagi bila gerakan juga memikirkan penguatan kapasitas dari relawan, staff dan pengurusnya.” Harap Wisnu.


Selama respon Tanggap darurat, Lebih dari 200 relawan PMI terlibat di dalamnya, “Luar biasa para relawan ini, terutama yang berasal dari Pidie Jaya, serta dari provinsi Aceh, sebagian dari mereka sebetulnya juga merupakan korban terdampak, tapi mereka tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi warga terdampak” Ungkap Wisnu mengapresiasi kinerja relawan PMI yang terjun ke dalam respon tanggap darurat ini.


Saat ini, PMI terus melakukan kajian bagi rencana keterlibatan dalam masa pemulihan dini sembari terus memberikan pelayanan bagi para warga terdampak. Dalam waktu dekat, Palang Merah Indonesia akan melaunching program program kerja dalam masa pemulihan dini dan rencana rencana selanjutnya. (end)

 

 

 

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious