image1 image2 image3 image4 image5

Wakil Gubernur Aceh Membuka MUKERPROV PMI 2017

Pembukaan Mukerprov 2017Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT membuka secara resmi musyawarah kerja Palang Merah Indonesia tingkat Provinsi (MUKERPROV), Jumat (08/12) malam di Anjong Monmata Pendopo Gubernur. Beliau juga menjamu makan malam para peserta Muker yang hadir dari seluruh PMI kabupaten/Kota se Provinsi Aceh. Musyawarah Kerja PMI Provinsi Aceh dihadiri oleh 23 PMI Kab/Kota dengan tema “PMI Dimanapun, dan Untuk Siapapun”

PMI sebagai organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia telah merumuskan Rencana Strategis (Renstra) 2014-2019 dengan Visi “PMI Berkarakter, Profesional, Mandiri, dan Dicintai Masyarakat”. Untuk mendukung hal tersebut, PMI Aceh mengevaluasi rencana kerja tahun 2017 dan menyusun rencana kerja tahun 2018.

Dalam program prioritas rencana 2018 fokus utama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PMI. Pada bidang pelayanan donor darah peningkatan peralatan dan kualitas pelayanan UDD PMI. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dengan diseminasi informasi terkait mamfaat donor darah serta arti kepedulian sesama. Dalam bidang pelayanan tanggap darurat peningkatan kapasitas sukarelawan dengan pelatihan spesialisasi sesuai standar sertifikasi profesi penanggulangan bencana. Dalam bidang sukarelawan selain peningkatan kapasitas melalui pembinaan dan pelatihan, PMI Provinsi Aceh juga mempersiapkan Relawannya untuk mengikuti Temu Karya Tingkat Nasional 2018, diharapkan mampu membawa nama Provinsi Aceh ditingkat Nasional.

Selain program prioritas tersebut, PMI juga tetap melaksanakan program reguler yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi maupun pelayanan PMI. Penguatan kapasitas organisasi, relawan, peralatan utama penanggulangan bencana dan peralatan kesehatan terus dilakukan baik perawatan aset, perekrutan relawan, peningkatan dan pengadaan peralatan yang lebih canggih.

“Total 58 orang peserta siap mengikuti musyawarah kerja PMI tingkat Provinsi, dengan dihadiri oleh 42 orang dari 23 PMI Kab/Kota yang berada di Provinsi Aceh, 15 orang dari pengurus PMI Provinsi Aceh, dan 1 orang perwakilan PMI Pusat” ungkap laporan panitia pelaksana Murdani Yusuf, SH.

“Melalui musyawarah inilah kita berkumpul dan bermufakat untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja tahun lalu, menentukan Rencana Kerja PMI untuk kurun waktu satu tahun mendatang, serta membahas hal-hal yang dipandang penting untuk kelanjutan PMI di Provinsi Aceh” ungkap Ketua PMI Provinsi Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah, M.Eng dalam sambutannya.

“Saya berharap PMI terus tanpa henti untuk terus melakukan kaderisasi, saya yakin stok remaja palang merah tidak akan pernah habis, dengan jiwa kemanusiaan, sesuatu yang paling mulia yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita, PMI menjadi leading sektor dalam kaderisasi ini, tentu kita berharap mengandalkan PMI.” Kata Nova Iriansyah. Beliau juga menambahkan, atas nama Pemerintah Aceh bersama DPRA tentunya dukungan anggaran terhadap PMI akan kita tingkat.

Sebagai mitra Pemerintah, PMI dalam penyusunan rencana kerja kedepan perlu menyesuaikan program kerja selaras dengan pemerintah, agar upaya pelayanan PMI menjadi maksimal sesuai KEPPRES RI No.246 PMI Tahun 1963 Tentang Peran dan tugas pokok PMI. Oleh sebab itu, PMI dengan ini siap mendukung upaya pemerintah dalam membantu melayani masyarakat dalam kerja bidang sosial kemanusiaan. Seperti dukungan terhadap upaya pengelolaan pendonor bagi ketersediaan darah. Juga dukungan terhadap upaya ketersediaan sumber daya manusia yang mampu tanggap terhadap tugas-tugas khususnya bencana. Serta penguatan kapasitas masyarakat terhadap resiko bencana melalui program-program sosialisasi pengurangan resiko bencana.

Joomla SEO by AceSEF

 

FacebookTwitterYoutubeFlickrDelicious