image1 image2 image3 image4 image5

Relawan PMI Aceh Mengikuti TKRN VI

Kontingen Aceh saat meraih penghargaan TKRN VI.JPGSebagai salah satu provinsi yang memiliki relawan, Aceh turut memberangkatkan kontingen untuk mengikuti Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional Ke VI tahun 2018. Acara ini dilaksanakan di Kompleks Grama Tirta Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat pada 17 sampai 22 September 2018. Memberangkatkan lebih 60 Orang peserta aktif, peninjau beserta Official Team. PMI Aceh berupaya memberi yang terbaik terhadap peningkatan kapasitas dan pelayanan melalui pembinaan Temu Karya Relawan ini.

Panitia nasional memastikan bahwa kegiatan ini diramaikan dengan peserta lebih kurang 5000 orang dari perwakilan PMI Provinsi Se-Indonesia dan Palang Merah Negara Sahabat. Pembukaan kegiatan Temu Karya Nasional ini dibuka oleh Presiden RI yang diwakili oleh Menteri Sosial Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita. Bertepatan dengan ulang tahun PMI Ke 73 sekaligus menjadi pemimpin Apel Akbar Relawan Palang Merah Indonesia.

Temu Karya menjadi salah satu strategi pembinaan dan pengembangan relawan dikemas untuk melakukan evaluasi dan pembinaan serta mempertemukan para relawan PMI untuk bersama-sama memantau dan mengevaluasi pembinaan yang telah dilaksanakan PMI, sekaligus meningkatkan peran kegiatan relawan untuk mendukung dan melaksanakan program peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan Palang Merah Indonesia.

Mendapat kavling 16 PMI Provinsi Aceh bertetangga dengan Maluku Utara dan Lampung. Dari segi design camp, mengusung tema kedaerahan khas Aceh dengan Ikon utama PINTO Aceh. Membawa tarian likok pulo, Kolaborasi puisinisasi dan tari guel PMI Aceh mencuri perhatian masyarakat lokal saat penampilan. Provinsi Aceh juga melengkapi stand pameran dengan produk dekranas khas Aceh serta produk lokal Kopi Gayo dan Kopi Ulee Kareng.

Dalam kegiatan persahabatan, Karya dan Temu, PMI Provinsi Aceh aktif dalam setiap bidang. Tergabung dalam tim 1 dan tim 2 PMI Provinsi Aceh menampilkan kerjasama efektif dalam tim, merencanakan, melaksanakan pelayanan dan promosi efektif dan jelas, tetapi memiliki kekurangan karena tidak melakukan analisis situasi dan resiko. Tim juga mampu menyusun laporan dengan baik.

Dalam sub bidang simulasi tanggap darurat Provinsi Aceh tergabung dalam Tim 1. Memiliki kemapuan dalam mengelola pusat data dan informasi sangat baik, kemampuan tim dalam menjalankan ketentuan manajemen logistik juga berjalan optimal, hanya penataan gudang perlu mempertimbangkan kerentanan lokal di lokasi gudang serta tim perlu meningkatkan pelayanan hunian sementara dengan melibatkan sumber daya lokal.

Secara keseluruhan evaluasi, relawan PMI kini telah memiliki kemampuan yang baik. Sesuai dengan visi misi PMI 2014 - 2019 Profesional, bekerja sesuai standar mulai terdampak dengan meningkatnya kemampuan relawan PMI baik ditingkat Provinsi khususnya Aceh maupun secara Nasional.