image1 image2 image3 image4 image5 image6

Provinsi Aceh Mulai Terdampak Cuaca Ekstrim Lalina

Seorang anak gadis sedang berjalan di tengah banjir Desa Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu saat mobil PMI MelintasPeringatan dini curah hujan yang meningkat di Indonesia akibat dari dampak Lalina telah disosialisasikan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesiapsiagaan dalam menghadapi Lalina pada 20 Oktober 2020 yang lalu. PMI Pusat bersama BMKG telah memberi informasi melalui peringatan dini bencana dengan potensi ancaman angin kencang, tanah longsor, dan banjir. Provinsi Aceh turut terdampak dari meningkatnya curah hujan tersebut yang terjadi minggu pertama bulan Desember 2020. Banjir melanda utara dan timur Provinsi Aceh. Relawan dari berbagai kalangan membantu, demikian juga dari organisasi Palang Merah Indonesia.

Sejak air mulai menggenangi di beberapa titik 4 Desember, relawan PMI telah memberi pelayanan sesuai dengan kapasitasnya. Kaji cepat dilakukan untuk melihat kebutuhan mendesak. Beberapa wilayah mulai terbentuk titik-titik pengungsian, Aceh Utara, Aceh Timur dan Lhokseumawe akibat dari bertambah tingginya genangan air. Masyarakat terdampak pun menjadi lebih banyak. Aceh Utara wilayah terparah terjadi di Kecamatan Matang Kuli dan Langkahan. Aceh Timur 17 Kecamatan terdampak dari 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut. Kota Lhokseumawe banjir terparah terjadi di Gampong Kumbang Peunteut, Blang Peunteut, dan Mesjid Peunteut. 

Palang Merah Indonesia diberi mandat untuk membantu pemerintah meringankan beban masyarakat. Berdasarkan hasil data assessment awal PMI Kab/Kota yang terdampak, kebutuhan masyarakat pun mulai tergambar. PMI Provinsi Aceh menyalurkan bantuan logistik berupa 36 paket baby kit, 238 hygine kit, 88 family kit, 915 jerigen, 500 selimut, 500 kelambu, 450 terpal, 250 kitchen set, 600 kain sarung dan 6 tas P3K 8 Desember 2020. Penyaluran bantuan ini di jadwalkan hingga 13 Desember 2020. Bantuan ini disalurkan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah pengungsian dengan didasari atas kebutuhan prioritas dan akses yang sulit dijangkau bantuan. 

Pelayanan Air bersih Kepada warga terdampak banjirPMI Provinsi Aceh memobilisasi relawan dan dua kendaraan tangki air, untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih nan sehat. Kendaraan ini diperuntukkan guna meningkatkan pelayanan air bersih. Sebelumnya telah berjalan satu unit di wilayah Lhokseumawe. Penambahan 2 unit lagi guna menambah pelayanan air bersih ke wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.

Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan mendasar di masyarakat. Pelayanan air bersih menjadi salah satu fokus PMI meringankan beban masyarakat. "Kita mendistribusikan hingga tanggal 13 Desember, jika air masih sangat dibutuhkan akan kita lanjutkan, nanti kita evaluasi kebutuhannya" ungkap Murdani Yusuf Ketua PMI Aceh. Dampak berkumpulnya masyarakat pada satu lokasi meningkatan volume kebutuhan air. Beberapa titik pengungsian ketersediaan air terlalu sedikit. Seperti di wilayah Desa Meunasah Blang dan Meunasah Dayah Kabupaten Aceh Utara. PMI memberi pelayanan air bersih agar dapat meringankan beban pengungsi.

Kondisi cuaca ekstrim Lalina sendiri diprediksi dari Oktober 2020 hingga Maret 2021 untuk wilayah Sumatra. Masing-masing ZOM (zona musim) bisa berbeda, bisa terjadi lebih cepat maupun terlambat 10 sampai 20 hari.